Yang masih ado waktu ...

Yang masih ado waktu ...
Inul Vista 30 Agustus 2007

Mengenai Kami

YAKTAPENA-88
Plaju - Palembang, Indonesia
Kami adalah sekumpulan budak-budak alumni SD Yaktapena Plaju Th. 1982, SMP Yaktapena 1 Plaju Th. 1985 dan SMA Yaktapena I Plaju th. 1988
Lihat profil lengkapku

Rabu, Februari 20, 2008

Puisi Kehidupan Oleh Deni Polandri

Anak2 itu bukanlah anak2 kalian. Mereka adalah anak2 kehidupan yang merindukan kehidupan sendiri. Melalui kalian mereka lahir, namun bukan dari kalian... Berikan mereka kasih sayang, tapi jangan pernah mendiktekan bentuk, sebab mereka memiliki bentuk pikiran sendiri. Kalian berhak membuatkan rumah untuk tubuh tubuh, tapi bukan untuk jiwa-jiwa mereka. Sebab jiwa mereka untuk penghuni rumah masa depan....

Kalian memiliki takdir kepastian untuk merasakan derita dan kepedihan. Jika hati kalian masih bergetar oleh rasa takjub menyaksikan keajaiban dalam kehidupan, maka pedihnya penderitaan tidak kalah menakjubkan daripada kesenangan.. .


Dan jangan pernah menyesal karena kalian 'buta', dan jangan pernah kecewa karena kalian tuli..
Sebab di pagi hari fajar pemahaman telah merekah untuk kalian - pengetahuan tentang rahasia tujuan adalah kejadian. Dan kalian akan mensyukuri segala gulita sebagaimana kalian mensyukuri terang cahaya.....

Sungguh baik memberi ketika diminta,tetapi yang lebih baik adalah memberi tanpa diminta.
Karena bagi seorang pemurah, mencari siapa yang akan menerima adalah kebahagian yang melebihi tindak pemberiannya ........

Selalu berikan yang terindah untuk persahabatan, jika dia harus tahu musim surutmu, biarlah dia mengenal juga musim pasangmu.
Sebab apa makna persahabatan jika sekedar mengisi waktu senggang?
Carilah ia bersama untuk menghidupkan sang waktu....... ..

Jika hendak memahami seorang wanita, perhatikanlah mulutnya selagi tersenyum.

Selengkapnya.....

Cerpen Dua Sahabat : Duka Penerang Oleh Deni Poloandri

Sahabatku, kau mengenang fajar keremajaan dengan kesenangan dan menyesali kepergiannya, aku mengingatnya seperti seorang tawanan perang di dalam belenggu penjara.
Kau bicara tentang masa kanak2 dan remaja sebagai suatu zaman emas, bebas dari kekangan, kendala dan aturan. Tapi aku menyebutnya sebagai masa dukacita yang mencekam, tanpa bisa menemui jalan menuju dunia pengetahuan dan kebijaksanaan. Hingga datang gelora cinta yang membuka semua pintu hatiku dan menyinari relung2 hatiku. Cinta menganugerahkanku sebuah lidah dan air mata.

Setiap saat kututup kupingku dari bisingnya 'kicau burung' kota. Kudengar bisikan2 lembut liukan anak sungai yang bergerak ke hulu dgn gemerisiknya dedaunan bahkan ranting2 yang bernyanyi tentangku. Kala itu Biduk dihantam badai dan ombak kehidupan. Susah payah aku melawan takdir kehidupan melawan ombak dan karang menjangkau tepian iman.


Semua keindahan yang kuceritakan dan yang pernah kuimpikan bagai bayi yang rindu air susu ibunya. Namun sahabat, kerinduan itu begitu melukai semangatku. Sepertinya aku dipenjarakan dalam kegelapan masa remaja. Bagai derita seekor elang dalam sangkar tatkala melihat sekumpulan burung lain terbang bebas diangkasa. Lembah2 dan bukit2 itu menyentak khayalanku, tetapi pikiran2 pahit telah menyulam jaring2 keputus asaan disekeliling hatiku. Setiap aku pergi keladang, aku pulang dgn kecewa.. tanpa mengerti sebab kekecewaan itu. Setiap waktu aku lihat langit mendung, aku rasakan hatiku terikat erat. Setiap saat aku dengar nyanyian burung2 dan alunan musim semi, aku menderita tanpa mengerti alasan kesengsaraanku itu. Orang bilang ketakpuasan membuat seorang lelaki nelangsa.

Kesunyian memiliki kelembutan seperti sutera, tetapi dengan jarinya yang kuat ia mencengkram hati dan membuatnya menderita dengan dukacita. Kesunyian adalah sekutu dukacita.

Kedukacitaan itu merintangiku selama masa remaja, tidak disebabkan kekosongan hiburan karena aku bisa memilikinya atau dari ketiadaan karib karena kau dapat menemukan mereka. Kedukaan itu yang membuatku mencintai kesunyian.

Begitulah sahabat, kehidupan masa remaja diusia sebelum 18. Masa itu seperti ujung gunung dalam kehidupanku, karena hal itu membuka mataku, menggugah wawasan dalam diriku dan membuatku mengerti jatuh bangunnya nasib manusia. Tuhan dapat membalikkan nasib manusia hanya dlm hitungaan detik.

Lunglai aku berjalan menepis tatapan mata sinis . Karena terkadang cerita hidup tdk berdasarkan fakta dan kejadian, akan tetapi hanya dari pikiran dikepala orang. Belajar dari kesalahan tidak menghalangi sebuah perjalanan. Meninggalkan masa lalu demi kesuksesan yang mahal memberi pengalaman penting tentang arti bertahan (survive), Terimakasih pengalaman.. ......... .....

Andai seseorang dilahirkan kembali, memulai kehidupan bagai kertas kosong dalam buku kehidupan dan diisi dgn cerita indah. Aku melihat setan2 mengamuk dalam hati sang durjana. Siapa yang tidak melihat malaikat dan setan dalam keindahan dan kecantikan kehidupan, akan terjauhkan dari KEARIFAN dan jiwanya kosong tanpa KASIH...


Palembang 2008,

Selengkapnya.....

Senin, Februari 04, 2008

Hukum Mati Terpidana

Seorang sipir penjara mencoba menghibur terpidana berikutnya yang hari itu akan menjalani hukuman matinya diatas kursi listrik dengan mengatakan : "Jangan terlalu gelisah, karena daya voltage listriknya sangat tinggi, lagian itu terjadi dalam waktu yang singkat sekali".
Apa mau dikata saat itu dari kejauhan terdengar teriakan orang yang kesakitan luar biasa, dan itu berlangsung berkepanjangan.


"Saya pergi kesana sebentar untuk melihat yaaa... "Katanya, tak lama ia kembali, kemudian dengan santai dia menjelaskan : "Tak ada masalah yang berarti, cuma masalah tehnik saja kok, tadi itu rupanya sekringnya putus, maka digunakan LILIN sebagai gantinya, cuma itu sajaaaaa.....".


Dari Ketawa Ketiwi

Selengkapnya.....

Upacara Bendera

Dihari senin seperti biasanya salah satu sekolah mengadakan upacara bendera. Meskipun hujan mengguyur, mereka tetap melaksanakan upacara bendera.
Setelah tiba tugas sang pemimpin upacara untuk melaporkan kepembina, pemimpin upacara mengatakan :
Pemimpin : Lapor upacara hari ini segera dilaksanakan... laporan selesai.


Pembina : Kembali ketempat.
Pemimpin : Disini saja pak !!!!
Pembina : kembali ketempat.
Pemimpin : Disini saja pak !!!
Sang pembina bingung dengan jawaban sang pemimpin, dan sang pembina pun berkata :
Pembina : Kenapa tidak mau kembali ketempat.
Pemimpin : Maaf pak !! Di belakang becek.
Pembina : !!!!!!


Dari Ketawa Ketiwi

Selengkapnya.....

Kamis, Januari 24, 2008

Berangkat Magrib

Suatu saat, seorang ahli pesawat berbicara di depan para
kiai temuannya bahwa Indonesia sudah bisa membuat
pesawat terbang ke bulan.
Karena dilihat para kiai cuek, sang ahli tentu saja bingung
plus curiga. Tiba-tiba seorang kiai nyeletuk, "Kalau cuma
ke bulan percuma. Amerika juga sudah bisa. Makanya,
kita bikin pesawat yang bisa mendarat di Matahari!"


Di tengah kebingungan, sang ahli mencoba
menerangkan. "Pak kiai, kalau ke matahari itu panas
sekali. Pesawat saja bisa meleleh sebelum nyampe ke
sana," tegasnya.
Tak mau kalah argumen, pak kiai menjawab, "Kalau takut
panas, berangkat pesawatnya ya habis magrib saja!"


Dari : Ketawa Ketiwi

Selengkapnya.....

HP Baru

Si Paijo yang udik baru aja panen besar pergi ke kota. Dia pengen banget beli handphone. Maka ia pergi ke counter HP.

Paijo : Mbak, saya mau beli HP.
Sales : Ini, Mas.
Paijo : Lo, kok gak nyala?
Sales : O, ini belum ada nomor kartunya, Mas. Mas harus beli kartunya dulu.


Paijo : Ya udah, saya beli kartunya. Kasih nomor cantik ya. (idih, udik kok ngerti nomor cantik?)
Seteleh itu pulanglah si Paijo ke kampungnya, tapi dia heran kok gak bisa dipake tuh HP, mak besoknya ia datangi lagi sales tokonya.
Paijo : Kamu ini gimana, kok HP ini gak bisa dipake di kampung saya?
Sales : O, itu karena di kampung Mas belum ada sinyal.
Paijo : La, situ kok nggak bilang kemarin. Ya udah saya beli sinyalnya sekalian, jualan kok sendiri-sendiri gitu.


Dari : Ketawa Ketiwi

Selengkapnya.....

Rabu, Januari 09, 2008

Mimpi - Anggun C Sasmi

dalam hitam gelap malam

kuberdiri melawan sepi
di sini di pantai ini
telah terkubur sejuta kenangan
dihempas keras gelombang
dan tertimbun batu karang
yang tak kan mungkin dapat terulang

wajah putih pusat pasi
tergores luka di hati
matamu membuka kisah
kasih asmara yang telah ternoda
hapuskan semua khayalan
lenyapkan satu harapan
kemana lagi harus mencari


kau sandarkan sejenak beban diri
kau taburkan benih kasih
hanyalah emosi

melambung jauh terbang tinggi
bersama mimpi
terlelap dalam lautan emosi
setelah aku sadar diri
kau tlah jauh pergi
tinggalkan mimpi yang tiada bertepi

kini hanya rasa rindu
merasuk di dada
serasa sumpah melayang pergi
terbawa arus kasih membara



Selengkapnya.....

Tulis Pesan & Kesan Disini


Free shoutbox @ ShoutMix

Horoscope